A. LATAR BELAKANG
Kurang baiknya penanganan
bayi baru lahir sehat akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat menyebabkan
cacat seumur hidup, bahkan kematian. Di
Indonesia kematian bayi neonatus
yaitu dalam bulan pertama kehidupan masih cukup tinggi. Hal ini tak luput dari
peran bidan yang menangani proses persalinan. Kurangnya pengalaman bidan dalam
memberikan perawatan bayi baru lahir juga bias berdampak pada kematianm bayi.
Sehubungan dengan hal
tersebut, makalah yang berjudul Perawatan Bayi Baru Lahir akan membahas
mengenai perawatan bayi baru lahir yang di mulai segera setelah bayi di
lahirkan hingga bayi dalam masa perawatan.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dibuat suatu rumusan permasalahan
sebagai berikut “Bagaimana Cara Melakukan Perawatan Bayi Baru Lahir?”
C. TUJUAN
1. Menguraikan
tentang bayi baru lahir
2. Menguraikan ciri-ciri bayi baru lahir
normal
3. Menguraikan alat-alat perawatan bayi.
4. Menguraikan pertolongan pada waktu bayi
baru lahir
5. Menguraikan perawaatan Bayi Baru Lahir
D. MANFAAT
1. Agar mahasiswa memahami tentang bayi baru lahir
2. Agar mahasiswa memahami ciri-ciri bayi baru lahir normal
3. Agar mahasiswa memahami alat-alat perawatan bayi baru lahir
4. Agar mahasiswa memahami pertolongan pada waktu bayi baru lahir
5. Agar mahasiswa memahami perawaatan Bayi Baru Lahir
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Pengertian Bayi Baru Lahir
Bayi baru lahir adalah anak
yang belum lama lahir, yang lahir dari kehamilan 37 minggu – 40 minggu dengan
berat badan lahir 2500-4000 gram. Bayi adalah individu yang baru lahir di
dunia.
Bayi baru
lahir di bagi menjadi 2:
1. Bayi normal (sehat) memerlukan perawatan
biasa
2. Bayi gawat (hight risk baby) memerlukan
penanggulangan khusus seperti adanya asfiksia dan perdarahan.
Pada umumnya, kelahiran bayi normal cukup di tolong oleh bidan dengan
tanggung jawab penuh terhadap keselamatan ibu dan bayi. Pada kelahiran
abnormal, yang memerlukan pertolongan spesialis, bayi baru ahir diurus oleh
bidan dan, bila di rumah sakit yang dilengkapi dengan unit kesehatan bayi,
hendaknya ditangani oleh dokter anak.
B. Ciri-ciri
Bayi Baru Lahir Normal
Lahir aterm antara 37-42 minggu
1. Berat
badan 2500-4000 gr
2. Panjang
badan 48-52 cm
3. Lingkar
dada 30-38 cm
4. Lingkar
kepala 33-35 cm
5. Frekuensi
denyut jantung antara 120-160/menit
6. Pernapasan
40-60/menit
7. Kulit
kemerah-merahan dan licin karena jaringan sukutan yang cukup
8. Rambut
lanugo tidak terlihat dan rambut kepala telah sempurna
9. Kuku
agak panjang dan lemas
10. Nilai
APGAR >7
11. Gerak
aktif
12. Bayi
lahir langsung menangis kuat
a. Refleks
Rooting (mencari putting susu dengan rangsangan taktil pada pipi dan daerah
mulut) sudah terbentuk dengan baik
b. Refleks
Sucking ( isap dan menelan) sudah terbentuk dengan baik
c. Refleks
Morro (gerakan memeluk bila di kagetkan) sudah terbentuk dengan baik
d. Refleks
Grasping (menggenggam) sudah baik
13. Genitalia
a.
Pada laki-laki kematangan di tandai dengan testis yang
berada pada skrotum dan penis yang berlubang.
b.
Pada perempuan kematangan di tandai dengan vagina dan
uretra yang berlubang, serta adanya labia mayora dan labiya minora
14. Eliminasi
yang baik di tandai dengan keluarnya mekonium dalam 24 jam pertama dan bewarna
hitam kecoklatan
C.
Alat-alat Untuk
Perawatan Bayi
1.
Pengisap lender (mucus ekstraktor aspirator)
2.
Tabung oksigen beserta alatnya untuk membantu prnapasan
bayi
3.
Alat resusitasi untuk pernapasan
4.
Obat-obatan: glukosa 40% larutan bikarbonas natrius 7,5
%, nalorfin sebagai amtidotum morfin dan petidin
5.
Alat pemotong penghikat dan atiseptik tali pusat
6.
Tanda pengenal bayi (identifikasi yang sama dengan ibu)
7.
Tempat tidur bayi dan inkubator bayi
8.
Stop-watch dan Termometer
D.
Pertolongan Pada Waktu Bayi Lahir
1.
Mulai melakukan pembersihan lender pada saat kepala
keluar dengan pembersihan mulut, hidung, dan mata dengan kapas atau kassa
steril
2.
Jam lahir di catat dengan stop-watch
3.
Lendir di hisap sebersih mungkin sambil bayi di
tidurkan dengan kepala lebih rendah dari kaki dalam posisi sedikit ekstensi
supaya lender mudah keluar
4.
Tali pusat di ikat dengan baik dan bekas luka di beri
antiseptic kemudian di jepit dengan klam jepit plastic atau di ikat dengan pita
atau benang tali pusat.
5.
Segera setelah lahir,bayi yang sehat akan menangis
kuat,bernafas,serta menggerakkan tangan dan kakinya : kulit akan berwarna
kemerahan.
6.
Bayi di mandikan dengan air hangat-hangat kuku dari
lumuran darah,air ketuban mekonium dan verniks kaseosa.Ada pula yang
membersihkanya dengan minyak kelapa atau minyak zaitun
7.
Jangan lupa menilai bayi dengan nilai apgar
8.
Bayi di timbang berat badanya dan di ukur panjang badan
lahirnya kemudian di catat dalam status
9.
Perawatan mata bayi : mata bayi di bersihkan ,kemudian
di berikan obat untuk mencegah blenorrhoe
a.
Metode Crede : dengan tetesan nitras argenti 1-2 %
sebanyak 2 tetesan pada masing-masing mata
b.
Penisilin salep atau
garamcyin salep mata
10. Di
periksa juga anus,genetalia eksterna,dan jenis kelamin pada bayi,Pada bayi
laki-laki,periksa apakah ada fimosis dan apakah descensus testikulorum telah
lengkap. Di beberapa Negara barat,pada bayi laki-laki segera di lakukan
sirkumsisi,apalagi jika terdapat fimosis
11. Bayi
akhirnya di perlihatkan kepada ibu,ayah,dan keluarga yang mendampingi
E. Yang Perlu Diperhatikan Dalam Perawaatan
Bayi Baru Lahir
1. Klem dan potong tali pusat
a. Klem tali pusat dengan 2 buah klem, pada
titik kira-kira 2-3 cm dari pangkal pusat bayi (tinggalkan 1 cm diantara
klem-klem tersebut).
b. Potong tali pusat diantara kedua klem
sambil melindungi bayi dari gunting dengan tangan kiri anda.
c. Pertahankan kebersihan pada saat memotong
tali pusat. Ganti sarung tangan anda bila sudah kotor. Potonglah tali pusatnya
dengan gunting yang steril.
d. Periksa tali pusat setiap 15 menit.
Apabila masih terjadi perdarahan lakukan pengikatan ulang yang lebih ketat.
2. Menjaga bayi agar tetap hangat
a. Pastikan bayi tersebut tetap hangat dan
terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu.
b. Gantilah handuk atau kain yang basah, dan
bungkus bayi tersebut dengan selimut dan jangan lupa memastikan bahwa kepala
telah terlindung dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh.
c. Pastikan bayi tetap hangat genagn
memeriksa telapak bayi setiap 15 menit.
1) Apabila telapak bayi terasa dingin,
periksalah suhu aksila bayi.
2) Apabila suhu bayi kurang dari 36,5ºC,
segera hangatkan bayi tersebut.
3. Kontak Dini Dengan Ibu
a. Berikan bayi kepada ibunya secepat
mungkin. Kontak dini antar ibu dan bayi penting untuk:
1) Kehangatan: mempertahakan panas yang benar
pada bayi baru lahir.
2) Ikatan batin dan pemberian ASI.
b. Doronglah ibu untuk menyusui bayinya
apabila bay telah siap.
4. Pernafasan
Sebagian bayi akan
bernafas dengan spontan. Pernafasan bayi sebaiknya diperiksa secara teratur
untuk mengetahui adnya masalah.
a. Perawatan jalan nafas, membersihkan mulut
dan hidung sehingga jalan nafas terbuka.
b. Periksa pernafasan dan warna kulit selama
5 menit.
c. Jika bayi tidak segera bernafas, lakukan
hal-hal berikut:
1) Keringkan bayi denga selimut atau handuk
hangat
2) Gsoklah punggung bayi denan lembut.
d. Jika bayi belum mulai bernafas setelah 60
detik mulai resusitasi
e. Apabila bayi sianosis (kulit biru) atau
sukar bernafas, berilah oksigen pada bayi.
5. Perawatan Mata
Obat mata eritromisin
0,5% tetrasiklin 1% dianjurkan untuk pencegahan penyakit mata klamidia(penyakit
menular Seksual). Obat mata perlu diberikan pada jam pertama setelah
persalinan. Yang lazim dipakai adalah perak nitrat. Langsung diteteskan pada
mata bayi segera setelah bayi lahir.
6. Pertahankan Suhu Tubuh Bayi
a. Hindari memandikan bayi sedikitnya 6 jam.
b. Bungkus bayi dengan kain kering dan
hangat, kepala bayi harus ditutup.
7. Pemeriksaan Fisik Bayi
Ketika akan memeriksa bayi baru lahir ingat butir-butir berikut:
a. Gunakan tempat yang hangat dan bersih
untuk pemeriksaan.
b. Cuci tangan sebelum dan sesudah
pemeriksaan, gunakan sarung tangan dan bertindak lembut pada saat menangani
bayi.
c. Lihat,dengarkan,rasakan tiap-tiap daerah,
dimulai dari kepala sampai kaki.
d. Jika ditemukan faktor resiko,carilah
bantuan lebih lanjut.
e. Rekam hasil pengamatan
8. Berikan Vitamin K
Untuk mencegah
terjadinya prdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir mlakukan
hal-hal berikut:
a. Semua bayi baru lahir normal dan cukup
bulan perlu diberikan vitamn K peroral 1mg per hari selama 3 hari.
b. Bayi resiko tinggi diberikan vitamin K
parenterl dengan dosis 0,1 sampai 1 mg IM.
9. Identifikasi Bayi
Alat pengenal untuk memudahkan identifiksi bayi
perlu dipasang segera pasca persalinan. Alat pengenal yang efektif harus diberikan
pada setiap bayi baru lahir dan haru tetap ditempatnya sampai bayi dipulangkan.
a. Alat ang digunakan, hendaknya kebak air,
dengan epi yang halus tdak mudah melukai, tidak mudah sobek dan tidak mudah
lepas.
b. Pada alat atau gelanh identifikasi harus tecantum
Nama (bayi,ibunya), tanggal lahir, nomor
bayi, jenis kelamin, unit.
c. Disetiap tempat tidur harus diberi tanda
dengan mencantumkan nama tanggal lahir, nomor identifikasi,
d. Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu
dicetak cacatn yang tidak mudah hilang. Ukurlah berat lahir, panjang bayi,
lingkar kepala, lingkar perut dan catat dalam rekan medis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar