Kamis, 02 Mei 2013

Perawatan BBL




A.    LATAR BELAKANG
            Kurang baiknya penanganan bayi baru lahir sehat akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat menyebabkan cacat seumur hidup, bahkan kematian.   Di Indonesia kematian bayi neonatus yaitu dalam bulan pertama kehidupan masih cukup tinggi. Hal ini tak luput dari peran bidan yang menangani proses persalinan. Kurangnya pengalaman bidan dalam memberikan perawatan bayi baru lahir juga bias berdampak pada kematianm bayi.
            Sehubungan dengan hal tersebut, makalah yang berjudul Perawatan Bayi Baru Lahir akan membahas mengenai perawatan bayi baru lahir yang di mulai segera setelah bayi di lahirkan hingga bayi dalam masa perawatan.
B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dibuat suatu rumusan permasalahan sebagai berikut “Bagaimana Cara Melakukan Perawatan Bayi Baru Lahir?”
C.     TUJUAN
1.      Menguraikan tentang bayi baru lahir
2.      Menguraikan ciri-ciri bayi baru lahir normal
3.      Menguraikan alat-alat perawatan bayi.
4.      Menguraikan pertolongan pada waktu bayi baru lahir
5.      Menguraikan perawaatan Bayi Baru Lahir
D.    MANFAAT
1. Agar mahasiswa memahami tentang bayi baru lahir
2. Agar mahasiswa memahami ciri-ciri bayi baru lahir normal
3. Agar mahasiswa memahami alat-alat perawatan bayi baru lahir
4. Agar mahasiswa memahami pertolongan pada waktu bayi baru lahir
5. Agar mahasiswa memahami perawaatan Bayi Baru Lahir




                                                                   
BAB II
TINJAUAN TEORI

A.    Pengertian Bayi Baru Lahir
         Bayi baru lahir adalah anak yang belum lama lahir, yang lahir dari kehamilan 37 minggu – 40 minggu dengan berat badan lahir 2500-4000 gram. Bayi adalah individu yang baru lahir di dunia.
  Bayi baru lahir di bagi menjadi 2:
1.      Bayi normal (sehat) memerlukan perawatan biasa
2.      Bayi gawat (hight risk baby) memerlukan penanggulangan khusus seperti adanya asfiksia dan perdarahan.
Pada umumnya, kelahiran bayi normal cukup di tolong oleh bidan dengan tanggung jawab penuh terhadap keselamatan ibu dan bayi. Pada kelahiran abnormal, yang memerlukan pertolongan spesialis, bayi baru ahir diurus oleh bidan dan, bila di rumah sakit yang dilengkapi dengan unit kesehatan bayi, hendaknya ditangani oleh dokter anak.
B.     Ciri-ciri Bayi Baru Lahir Normal
Lahir aterm antara 37-42 minggu
1.      Berat badan 2500-4000 gr
2.      Panjang badan 48-52 cm
3.      Lingkar dada 30-38 cm
4.      Lingkar kepala 33-35 cm
5.      Frekuensi denyut jantung antara 120-160/menit
6.      Pernapasan 40-60/menit
7.      Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan sukutan yang cukup
8.      Rambut lanugo tidak terlihat dan rambut kepala telah sempurna
9.      Kuku agak panjang dan lemas
10.  Nilai APGAR >7
11.  Gerak aktif
12.  Bayi lahir langsung menangis kuat
a.       Refleks Rooting (mencari putting susu dengan rangsangan taktil pada pipi dan daerah mulut) sudah terbentuk dengan baik
b.      Refleks Sucking ( isap dan menelan) sudah terbentuk dengan baik
c.       Refleks Morro (gerakan memeluk bila di kagetkan) sudah terbentuk dengan baik
d.      Refleks Grasping (menggenggam) sudah baik                                                                                  
13.  Genitalia
a.       Pada laki-laki kematangan di tandai dengan testis yang berada pada skrotum dan penis yang berlubang.
b.      Pada perempuan kematangan di tandai dengan vagina dan uretra yang berlubang, serta adanya labia mayora dan labiya minora                                       
14.  Eliminasi yang baik di tandai dengan keluarnya mekonium dalam 24 jam pertama dan bewarna hitam kecoklatan
C.     Alat-alat Untuk Perawatan Bayi
1.      Pengisap lender (mucus ekstraktor aspirator)
2.      Tabung oksigen beserta alatnya untuk membantu prnapasan bayi
3.      Alat resusitasi untuk pernapasan
4.      Obat-obatan: glukosa 40% larutan bikarbonas natrius 7,5 %, nalorfin sebagai amtidotum morfin dan petidin
5.      Alat pemotong penghikat dan atiseptik tali pusat
6.      Tanda pengenal bayi (identifikasi yang sama dengan ibu)
7.      Tempat tidur bayi dan inkubator bayi
8.      Stop-watch dan Termometer                                                                                                                                  
D.    Pertolongan Pada Waktu Bayi Lahir
1.      Mulai melakukan pembersihan lender pada saat kepala keluar dengan pembersihan mulut, hidung, dan mata dengan kapas atau kassa steril
2.      Jam lahir di catat dengan stop-watch
3.      Lendir di hisap sebersih mungkin sambil bayi di tidurkan dengan kepala lebih rendah dari kaki dalam posisi sedikit ekstensi supaya lender mudah keluar
4.      Tali pusat di ikat dengan baik dan bekas luka di beri antiseptic kemudian di jepit dengan klam jepit plastic atau di ikat dengan pita atau benang tali pusat.
5.      Segera setelah lahir,bayi yang sehat akan menangis kuat,bernafas,serta menggerakkan tangan dan kakinya : kulit akan berwarna kemerahan.
6.      Bayi di mandikan dengan air hangat-hangat kuku dari lumuran darah,air ketuban mekonium dan verniks kaseosa.Ada pula yang membersihkanya dengan minyak kelapa atau minyak zaitun
7.      Jangan lupa menilai bayi dengan nilai apgar
8.      Bayi di timbang berat badanya dan di ukur panjang badan lahirnya kemudian di catat dalam status
9.      Perawatan mata bayi : mata bayi di bersihkan ,kemudian di berikan obat untuk mencegah blenorrhoe
a.       Metode Crede : dengan tetesan nitras argenti 1-2 %
sebanyak 2 tetesan pada masing-masing mata
b.      Penisilin salep atau  garamcyin salep mata
10.  Di periksa juga anus,genetalia eksterna,dan jenis kelamin pada bayi,Pada bayi laki-laki,periksa apakah ada fimosis dan apakah descensus testikulorum telah lengkap. Di beberapa Negara barat,pada bayi laki-laki segera di lakukan sirkumsisi,apalagi jika terdapat fimosis
11.  Bayi akhirnya di perlihatkan kepada ibu,ayah,dan keluarga yang mendampingi

E.     Yang Perlu Diperhatikan Dalam Perawaatan Bayi Baru Lahir                                                                                                                                                     
1.      Klem dan potong tali pusat
a.       Klem tali pusat dengan 2 buah klem, pada titik kira-kira 2-3 cm dari pangkal pusat bayi (tinggalkan 1 cm diantara klem-klem tersebut).
b.      Potong tali pusat diantara kedua klem sambil melindungi bayi dari gunting dengan tangan kiri anda.
c.       Pertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat. Ganti sarung tangan anda bila sudah kotor. Potonglah tali pusatnya dengan gunting yang steril.
d.      Periksa tali pusat setiap 15 menit. Apabila masih terjadi perdarahan lakukan pengikatan ulang yang lebih ketat.

2.      Menjaga bayi agar tetap hangat
a.       Pastikan bayi tersebut tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu.
b.      Gantilah handuk atau kain yang basah, dan bungkus bayi tersebut dengan selimut dan jangan lupa memastikan bahwa kepala telah terlindung dengan baik untuk mencegah keluarnya panas tubuh.
c.       Pastikan bayi tetap hangat genagn memeriksa telapak bayi setiap 15 menit.
1)      Apabila telapak bayi terasa dingin, periksalah suhu aksila bayi.
2)      Apabila suhu bayi kurang dari 36,5ºC, segera hangatkan  bayi tersebut.
3.      Kontak Dini Dengan Ibu
a.       Berikan bayi kepada ibunya secepat mungkin. Kontak dini antar ibu dan bayi penting untuk:
1)      Kehangatan: mempertahakan panas yang benar pada bayi baru lahir.
2)      Ikatan batin dan pemberian ASI.
b.      Doronglah ibu untuk menyusui bayinya apabila bay telah siap.
4.      Pernafasan
                Sebagian bayi akan bernafas dengan spontan. Pernafasan bayi sebaiknya diperiksa secara teratur untuk mengetahui adnya masalah.
a.       Perawatan jalan nafas, membersihkan mulut dan hidung sehingga jalan nafas terbuka.
b.      Periksa pernafasan dan warna kulit selama 5 menit.
c.       Jika bayi tidak segera bernafas, lakukan hal-hal berikut:
1)      Keringkan bayi denga selimut atau handuk hangat
2)      Gsoklah punggung bayi denan lembut.
d.      Jika bayi belum mulai bernafas setelah 60 detik mulai resusitasi
e.       Apabila bayi sianosis (kulit biru) atau sukar bernafas, berilah oksigen pada bayi.
5.      Perawatan Mata
                Obat mata eritromisin 0,5% tetrasiklin 1% dianjurkan untuk pencegahan penyakit mata klamidia(penyakit menular Seksual). Obat mata perlu diberikan pada jam pertama setelah persalinan. Yang lazim dipakai adalah perak nitrat. Langsung diteteskan pada mata bayi segera setelah bayi lahir.
6.      Pertahankan Suhu Tubuh Bayi
a.       Hindari memandikan bayi sedikitnya 6 jam.
b.      Bungkus bayi dengan kain kering dan hangat, kepala bayi harus ditutup.
7.      Pemeriksaan Fisik Bayi
Ketika akan memeriksa bayi baru lahir ingat butir-butir berikut:
a.       Gunakan tempat yang hangat dan bersih untuk pemeriksaan.
b.      Cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan, gunakan sarung tangan dan bertindak lembut pada saat menangani bayi.
c.        Lihat,dengarkan,rasakan tiap-tiap daerah, dimulai dari kepala sampai kaki.
d.      Jika ditemukan faktor resiko,carilah bantuan lebih lanjut.
e.       Rekam hasil pengamatan
8.      Berikan Vitamin K
                Untuk mencegah terjadinya prdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir mlakukan hal-hal berikut:
a.       Semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberikan vitamn K peroral 1mg per hari selama 3 hari.
b.      Bayi resiko tinggi diberikan vitamin K parenterl dengan dosis 0,1 sampai 1 mg IM.
9.        Identifikasi Bayi
                Alat  pengenal untuk memudahkan identifiksi bayi perlu dipasang segera pasca persalinan. Alat pengenal yang efektif harus diberikan pada setiap bayi baru lahir dan haru tetap ditempatnya sampai bayi dipulangkan.
a.       Alat ang digunakan, hendaknya kebak air, dengan epi yang halus tdak mudah melukai, tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas.
b.      Pada alat atau gelanh identifikasi harus tecantum Nama (bayi,ibunya),  tanggal lahir, nomor bayi, jenis kelamin, unit.
c.       Disetiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama tanggal lahir, nomor identifikasi,
d.      Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu dicetak cacatn yang tidak mudah hilang. Ukurlah berat lahir, panjang bayi, lingkar kepala, lingkar perut dan catat dalam rekan medis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar